Saatnya anda berkata selamat tinggal pada methode link building yang buruk

Beberapa tahun lalu saat saya mulai belajar SEO kata-kata yang sering terdengar dari para sesepuh adalah 'Content is King, Backlink is Queen'. Secara sederhana kualitas kontent menjadi pokok dan backlink  akan menjadi penunjang kesuksesan blog. Seperti anda, sayapun terbius dan terkontaminasi dengan pemahaman yang bias dari link building. Terlihat dari beberapa postingan saya terdahulu bagaimana saya membuat tutorial menggenerate ribuan backlink secara otomatis. Semua saya lakukan dengan harapan blog saya akan memperoleh backlink dan pada akhirnya akan memperkokoh posisi blog dihalaman SERP google.

Meskipun saat ini backlink masih menjadi salah satu parameter yang dinilai oleh google bukan berarti anda harus menghabiskan sebagian besar waktu untuk melakukan linkbuilding. Seharusnya anda lebih menekankan pada pembuatan kontent yang berkualitas untuk menyenangkan visitor. User experience menjadi parameter tak terkalahkan dalam menentukan rangking.


Mengapa User Experience menjadi sangat penting

Apa yang akan anda lakukan jika pada waktu melakukan pencarian menggunakan google tetapi mendapati halaman yang tidak sesuai dengan keinginan anda. Tentu saja anda akan segera menutup tab browser kemudian kembali kehalaman serp. Google hanya ingin agar hasil pencarian yang ditampilkan dalam SERP benar-benar relevan dengan keinginan user. Bahkan ketika user menginput keyword yang ambigu seperti 'jaguar'. Google akan mempertimbangkan, apakah ia memiliki ketertarikan terhadap mobil mewah atau ketertarikan terhadap kehidupan alam liar. Kemudian google akan menampilkan hasil yang paling relevant dan mendekati kondisi user

Ilustrasi berikut ini bisa memperkuat mengapa user experience menjadi sangat penting.

CTR (Click Throug Rate) - secara sederhana adalah jumlah halaman ditayangkan dibagi jumlah klik. Misal user menginput keyword tertentu dan google menampilkan serp. Situs anda ada pada posisi teratas, akan tetapi user memilih untuk mengklik situs urutan ketiga dibandingkan situs anda. Dari kejadian tersebut google bisa membaca bahwa situs ketiga lebih menarik perhatian user daripada situs anda.

Bounce Rate - Saat user menemukan tautan situs dari halaman serp kemudian mengkliknya, akan tetapi dalam sekian detik user menutup browser atau mengklik tombol back menuju kehalaman serp bisa dipastikan bahwa usre tidak menemukan hasil yang relevant dari halaman situs tersebut.

Time-on-Site - Jumlah waktu yang dihabiskan user dalam situs juga mendapat perhatian dari google, semakin banyak waktu yang dihabiskan user didalam situs anda maka dapat dikatakan bahwa situs anda meninggalkan kesan positif bagi user. Dan google akan memperhatikan hal ini sebagai parameter untuk mengukur rangking halaman situs anda.


Anda bisa memanfaatkan google webmaster tools untuk mengetahui statistik dari situs anda. Dengan data-data yang tersaji anda dapat melakukan berbagai perbaikan dan monitoring.

Haruskah meninggalkan methode link building?

Saya tidak mengatakan bahwa anda harus benar-benar meninggalkan methode link building. Karena bagaimanapun backlink masih menjadi paramater yang kuat untuk mengokohkan posisi situs anda dalam SERP. Akan tetapi anda harus lebih banyak menghabiskan waktu untuk menyediakan konten yang bermanfaat bagi pengunjung situs anda.

Percayalah, semakin baik dan bermanfaat kontent yang bisa ada disajikan, user tidak akan segan untuk kembali kesitus anda. Bahkan dengan senang hati ia akan men-sharing kontent anda karena ia berfikir hal tersebut dapat bermanfaat bagi teman-temanya. Positive User Experinece akan membuat situs anda mendapat posisi yang lebih tinggi dihalaman SERP.


Blog yang saya buat beberapa bulan yang lalu memiliki visitor yang tak seberapa, akan tetapi memiliki jumlah page view yang lumayan besar. Mengapa hal itu bisa terjadi? . Blog tersebut hanya memiliki satu tema, sehingga artikel satu dengan lainya saling terkait erat. Dan untuk beberapa keyword, blog saya menempati posisi yang bagus dihalaman SERP (search engine result page). Padahal saya hanya sekedar melakukan posting dan tidak membuat backlink menggunakan backlink generator atau tools lainya. Akan tetapi statistik google webmaster menunjukkan bahwa ada sekitar 67 link yang mengarah kedalam blog saya. Dan dari statistik postingan blogger beberapa postingan telah dishare kembali oleh user ke media social.

Kesimpulan

Semakin berkualitas konten yang anda sajikan akan semakin banyak backlink yang mengarah kesitus anda secara organic. Pengunjung situs tidak akan segan untuk men-sharing konten yang anda sajikan jika dirasa bermanfaat untuk dia dan teman-temanya. 10 backlink dari situs kredibel jauh lebih baik daripada 10.000 backlink dari situs yang tidak jelas. Fokus pada kualitas konten itu yang utama,  jika ada waktu yang luang tidak ada salahnya anda memperbaiki struktur artikel anda agar lebih mudah dirayapi oleh search engine. Mengganti beberapa kalimat dalam artikel dengan kalimat yang kemungkinan besar digunakan oleh user untuk menemukan konten anda juga dapat dilakukan untuk memperbesar peluang mendapat 'long tail keyword'.

Jika anda mampu membuat konten yang bagus dan pengunjung puas, tentu google akan memberikan nilai positif untuk situs anda. Ranking situs anda akan bergerak naik secara natural dan mampu bertahan lama dihalaman SERP.

Apakah anda masih ingin menggunakan tehnik link building atau fokus pada kontent? Atau anda merasa kesulitan membuat kontent yang berkualitas? Silahkan sampaikan pendapat anda dikolom komentar, feel free to speak :)


Previous
Next Post »